#hbc1903 - Sesaat yang Abadi (1)
Di sudut ruangan itu, aku terdiam sembari menikmati dinginnya malam. Sudah sejak siang tadi, Malang diguyur hujan. Berselimut kerinduan yang tak tahu kapan akan terobati, aku mengingat kembali apa yang sudah terjadi satu bulan yang lalu. 16 Desember 2018. *** "Vin, bangun, sholat subuh" Pagi itu, April membangunkanku tepat pukul 04.30 WIB untuk melaksanakan sholat subuh. Sudah dua hari ini aku menginap di tempatnya. Melarikan diri dari kenyataan, berlindung dari harapan yang menyakitkan. Aku menginap sehari sebelum Mas Ryan--pacarku wisuda. Untungnya aku mempunyai teman sebaik April--teman SMAku yang bersedia menampungku kapanpun. Aku dan April berteman sejak kelas 1 SMA, dan kebetulan sekarang kami berada di perguruan tinggi yang sama. "Duluan aja, Pril", kataku setengah sadar. Tubuhku masih lemas, mengingat insiden semalam yang membuat seluruh isi makanan dalam perutku terpaksa dikeluarkan. Aku keracunan seafood. Sembari menunggu April selesai mela...
Komentar
Posting Komentar