Ibu sedang duduk di ruang tamu ketika aku datang bersama Mas Ryan. "Bu, kenalkan, ini Mas Ryan. Orang yang aku ceritakan kemarin", kataku sedikit takut. Ibu tersenyum dan menyalami Mas Ryan, begitupun Mas Ryan yang membalas senyuman Ibu. Selanjutnya, aku menyalami orang-orang yang sedang berada di rumah--Mas Yoga, Mbak Sita, Umi, dan Abah. Begitupun Mas Ryan. Ibupun mempersilahkan Mas Ryan untuk duduk di kursi tamu. Sedangkan aku langsung menuju dapur untuk menyiapkan teh hangat untuk Mas Ryan. "Itu pacar kamu, nduk?", tanya Ibu, terdengar halus sekali suaranya. Aku hanya tersenyum, tanda mengiyakan pertanyaannya. Aku membawa dua cangkir teh hangat--satu untukku, dan satunya lagi untuk Mas Ryan. Ibu yang sedang menggendong Qilla--anak pertama Mas Yoga mengikutiku dari belakang, dan duduk di sampingku. "Mas Ryan ini orang mana?", tanya Ibu. "Bandung, Bu", jawabnya. "Temannya Vina?" "Iya, Bu, tapi beda angkatan....
Komentar
Posting Komentar